
Mungkin kita masih ingat ada sebuah reklame/ iklan yang berbunyi demikian: "Menjadi Tua itu Pasti; Menjadi Dewasa itu Pilihan". Sungguh menarik bukan, kalau kita mencermati iklan ini. Setiap manusia akan mengalami masa ketuaan. Namun belum tentu orang yang tua usianya adalah orang yang dewasa .Kalau orang ingin menjadi dewasa, itu adalah pilihan hidupnya dan harus ada usaha yang dilakukannya untuk menjadi dewasa. Salah satu ciri orang yang dewasa adalah hidupnya penuh dengan hikmat dan kebijaksanaan. Pemazmur pun menganggap penting hidup yang bijaksana. Karena itu dia minta kepada Tuhan supaya dia dimampukan untuk menghitung hari-hari yang dilaluinya agar dapat memperoleh hati yang bijaksana. Menghitung hari, bukan berarti kita menghitung secara harafiah hari-hari yang telah kita lalui. Menghitung hari artinya kita berusaha membuat hari-hari yang kita lalui bermakna dan belajar tentang hidup. Paulus dalam suratnya kepada jemaat Roma, mengajak untuk terus belajar dan memperbaiki diri hingga kita sungguh-sungguh mengenal kehendak Allah. Hal ini dia katakan dalam Roma 12:2: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."Inilah yang membedakan orang percaya dengan dunia ini, yaitu kedewasaan berpikir dan bertindak. Berubah oleh pembaharuan budi adalah sebuah proses menuju kedewasaan. Proses yang harus kita lewati tiap hari untuk senantiasa belajar memilih kehendak Allah dalam setiap pilihan hidup kita; belajar untuk siap menanggung resiko sebagai konsekuensi dari pilihan tersebut.Oleh karena itu mari kita belajar menghitung hari-hari agar kita menjadi orang yang semakin dewasa dalam iman dan kehidupan ini. Kita harus berubah dari hari-hari yang kita lalui di tahun yang lalu. Berubah menjadi dewasa dan mengenal kehendak Allah. Dan dalam menjalani proses perubahan ini kita tidak sendiri, ada Tuhan yang beserta kita.

